<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Explore Rote</title>
	<atom:link href="https://explorerote.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://explorerote.com</link>
	<description>Ke Rote Aja</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Dec 2020 01:17:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://explorerote.com/storage/2020/12/cropped-icon-explore-rote-32x32.png</url>
	<title>Explore Rote</title>
	<link>https://explorerote.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Berwisata</title>
		<link>https://explorerote.com/tips-berwisata/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:17:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Relax]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10775</guid>

					<description><![CDATA[Waktu yang tepat untuk menikmati berselancar di gelombang spektakuler Nemberala dan Bo’a adalah di bulan April sampai dengan Oktober. Aktifitas lain relatif bisa dilakukan sepanjang tahun. Beberapa hotel dan villa tutup di bulan Desember sampai dengan Februari, selain untuk perawatan, pada bulan tersebut biasanya hujan dan angin barat bertiup kencang sehingga mengganggu aktifitas pariwisata tertentu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Waktu yang tepat untuk menikmati berselancar di gelombang spektakuler Nemberala dan Bo’a adalah di bulan April sampai dengan Oktober. Aktifitas lain relatif bisa dilakukan sepanjang tahun.</p>



<p>Beberapa hotel dan villa tutup di bulan Desember sampai dengan Februari, selain untuk perawatan, pada bulan tersebut biasanya hujan dan angin barat bertiup kencang sehingga mengganggu aktifitas pariwisata tertentu.</p>



<p>Jika anda berjalan di tepian pantai, dianjurkan agar memakai sepatu selam atau alas kaki khusus karena banyak karang tajam di pesisir pantai. Bagi anda yang senang berwisata dengan menjadi seorang backpacker, tidak perlu khawatir dengan akomodasi. Hotel-hotel kecil dan beberapa rumah warga siap menyambut anda dengan harga yang terjangkau dan pelayanan yang tidak kalah ramah. Negosiasi harga pun tetap bisa anda lakukan.</p>



<p>Tersedia fasilitas ATM, jadi anda tidak perlu khawatir untuk bertransaksi di lokasi ini. Tempat penukaran mata uang asing terdapat di beberapa hotel dan bar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Deep Sea Fishing Charter</title>
		<link>https://explorerote.com/deep-sea-fishing-charter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:16:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10774</guid>

					<description><![CDATA[Deep Sea Fishing Charter merupakan sebuah usaha penyewaan perahu pemancingan air dalam yang dikembangkan oleh Mr. Steve Travia di Villa Oenggaut, Nemberala. Steve adalah seorang turis asal Perth, Australia Barat yang awalnya datang ke Nemberala karena ketertarikannya pada selancar. Saat ini ia mengoperasikan 2 buah speedboat untuk kegiatan wisata olahraga pemancingan ikan air dalam. Ia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Deep Sea Fishing Charter merupakan sebuah usaha penyewaan perahu pemancingan air dalam yang dikembangkan oleh Mr. Steve Travia di Villa Oenggaut, Nemberala. Steve adalah seorang turis asal Perth, Australia Barat yang awalnya datang ke Nemberala karena ketertarikannya pada selancar.</p>



<p>Saat ini ia mengoperasikan 2 buah <em>speedboat</em> untuk kegiatan wisata olahraga pemancingan ikan air dalam. Ia telah melatih dan mempekerjakan staf lokal untuk menemani tamu yang berminat memancing ikan air dalam seperti ikan marlin, giant trevally (GT), ikan barracuda dan jenis ikan besar air dalam lainnya.</p>



<p>Phone number: 08113922215</p>



<p>Email: <a href="mailto:Steve.travia@nemberalanow.com">Steve.travia@nemberalanow.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Myzomela Irianawidodoae</title>
		<link>https://explorerote.com/myzomela-irianawidodoae/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Local]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10768</guid>

					<description><![CDATA[Myzomela Rote (Myzomela irianawidodoae) adalah sejenis burung pengisap madu endemik Indonesia dari Pulau Rote. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Biologi telah berhasil menemukan burung endemik jenis baru asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenis burung baru ini diberi nama Myzomela irianawidodoae. Nama itu berasal dari nama Ibu Negara. Presiden Joko Widodo [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Myzomela Rote (Myzomela irianawidodoae) adalah sejenis burung <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pengisap_madu">pengisap madu</a> endemik Indonesia dari <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Rote">Pulau Rote</a>. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Biologi telah berhasil menemukan burung endemik jenis baru asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jenis burung baru ini diberi nama <strong>Myzomela irianawidodoae</strong>. Nama itu berasal dari nama Ibu Negara. Presiden Joko Widodo melalui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Menteri Sekretaris Negara telah mengijinkan penggunaan nama Ibu Negara berdasarkan Surat Nomor B 1199/M.Sesneg/D-2/HL.01.00/12/2017 tertanggal 17 Desember 2017.</p>



<p>Pemberian nama tersebut sebagai ungkapan dan penghargaan kepada Ibu Negara yang sangat memperhatikan kehidupan burung. Selain itu, dedikasinya dapat dijadikan teladan dan menjadi contoh dalam upaya menyelamatkan lingkungan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tur Mengamati Burung</title>
		<link>https://explorerote.com/tur-mengamati-burung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:14:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10767</guid>

					<description><![CDATA[Tur Mengamati Burung dijalankan oleh Ony Meda yang berasal dari Dusun Ufa, Desa Batefalu Rote Timur. Saat ini ia membuka paket tur dari Kupang untuk mengamati spesies burung langka di NTT. Untuk Tur Mengamati Burung di Rote Ndao, terdapat 4 spesies burung&#160; endemik yaitu Roti Boobok, Roti Mysomela (Myzomela Irianawidodoae), Roti Leaf Warbler dan Roti [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tur Mengamati Burung dijalankan oleh Ony Meda yang berasal dari Dusun Ufa, Desa Batefalu Rote Timur. Saat ini ia membuka paket tur dari Kupang untuk mengamati spesies burung langka di NTT. Untuk Tur Mengamati Burung di Rote Ndao, terdapat 4 spesies burung&nbsp; endemik yaitu Roti Boobok, Roti Mysomela (Myzomela Irianawidodoae), Roti Leaf Warbler dan Roti Fantail, sebagai jenis burung langka pemakan serangga kecil/nektar dan pemakan daun serta penghisap madu.</p>



<p>Nara Hubung: Bpk. Ony Meda</p>



<p>Email: <a href="mailto:onymeda@gmail.com">onymeda@gmail.com</a>, HP: 081339404204 atau</p>



<p>Bird Tour Asia</p>



<p>Email: <a href="mailto:goindonesiatour@gmail.com">goindonesiatour@gmail.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gula Lontar</title>
		<link>https://explorerote.com/gula-lontar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:13:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Local]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10766</guid>

					<description><![CDATA[Pohon lontar atau pohon tuak dikenal sebagai pohon kehidupan karena masyarakat Rote Ndao banyak memanfaatkannya sebagai sumber penghidupan. Akar, batang, pelepah, daun dan air nira pohon ini semuanya bisa dimanfaatkan. Air dari pucuk mayang pohon lontar yang rasanya manis disadap dan dimanfaatkan untuk diminum langsung maupun dijadikan bahan dasar gula. Beberapa masyarakat menyulingnya dan dijadikan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pohon lontar atau pohon tuak dikenal sebagai pohon kehidupan karena masyarakat Rote Ndao banyak memanfaatkannya sebagai sumber penghidupan. Akar, batang, pelepah, daun dan air nira pohon ini semuanya bisa dimanfaatkan. Air dari pucuk mayang pohon lontar yang rasanya manis disadap dan dimanfaatkan untuk diminum langsung maupun dijadikan bahan dasar gula. Beberapa masyarakat menyulingnya dan dijadikan minuman fermentasi yang mengandung alkohol. Proses penyadapan pohon lontar hanya bisa dilakukan pada pagi dan sore hari saja. Sebagian warga yang memiliki banyak pohon lontar biasanya menyadap pada pukul 3 dinihari sebelum fajar menyingsing.</p>



<p>Ada tiga jenis gula hasil olahan dari air nira lontar yaitu; gula air, gula lempeng dan gula semut. Proses dasar pengolahan air nira lontar ini sama, yaitu memanaskannya pada cawan. Gula air segera diangkat dan disisihkan saat air nira mulai mengental. Gula lempeng dihasilkan dari olahan nira lontar yang sudah benar-benar mengental. Setelah diaduk dengan rata, lelehan gula dicetak pada guntingan daun lontar yang sudah dibentuk melingkar. Sedangkan gula semut dibuat dengan menambahkan sedikit baking soda untuk memunculkan efek gelembung udara pada adonan sehingga mudah dibentuk menjadi gula semut dengan cara mengaduk dan menggosoknya dengan kayu atau tempurung kelapa pada wajan. Gula lontar yang telah diolah tersebut dijual di rumah-rumah masyakat maupun dipasarkan ke pasar-pasar tradisional.</p>



<p>Ada beberapa lokasi yang menjadi pusat pembuatan gula lontar, salah satunya Desa Tualima. Di sana anda bisa langsung melihat proses pengolahan gula lontar dimulai dari proses penyadapan sampai dengan memasak menjadi tiga jenis olahan gula lontar. Desa Tualima berjarak sekitar 10 km dari Kota Ba’a dan dapat ditempuh menggunakan kendaraan bermotor.</p>



<p>Paket Masak Gula Lontar:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Gula Air (+ Wisatawan membawa pulang 1 jerigen Gula Air hasil masak sendiri):</li></ol>



<p>Rp. 250.000</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Gula Lempeng (+ Wisatawan membawa pulang 100 lempeng Gula hasil masak sendiri):</li></ul>



<p>Rp. 250.000</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Gula Semut (+ Wisatawan membawa pulang 3 kg Gula Semut hasil masak sendiri):</li></ul>



<p>Rp. 250.000</p>



<p>Nara Hubung:</p>



<p>Joni Modokh (Pembina Kelompok Sadap Lontar Desa Tualima): 081339453264</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daging Se’i</title>
		<link>https://explorerote.com/daging-sei/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:13:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Local]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10769</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu kuliner khas Rote adalah daging se’i yakni daging babi atau sapi yang dibumbui dan diasapi dengan bara api agar dapat disimpan lebih lama. Kata se’i berasal dari bahasa Rote yang berarti dikeringkan (se’i heni oena = keringkan airnya) dengan cara dipanggang di atas bara api. Cara pengolahan se’i sebenarnya sederhana. Daging babi atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu kuliner khas Rote adalah daging se’i yakni daging babi atau sapi yang dibumbui dan diasapi dengan bara api agar dapat disimpan lebih lama. Kata <em>se’i</em> berasal dari bahasa Rote yang berarti dikeringkan (se’i heni oena = keringkan airnya<em>) </em>dengan cara dipanggang di atas bara api.</p>



<p>Cara pengolahan se’i sebenarnya sederhana. Daging babi atau daging sapi dipilih yang berkualitas lalu dipotong memanjang dengan ukuran 100 cm lalu dibumbui dengan garam dan bumbu yang menjadi khas dari pengelolanya, kemudian didiamkan selama beberapa saat lalu diasapi. Selanjutnya daging ditaruh di atas tempat yang dibuat seperti balai-balai, para-para atau degu-degu kecil dari bahan kayu kusambi atau kula atau lainnya yang kuat dan masih mentah sehingga tidak mudah terbakar hangus (sekarang menggunakan besi panggang).</p>



<p>Umumnya di Rote Ndao tempat panggangnya dibuat semacam bak setinggi 1 (satu) meter lalu di bagian atasnya diletakkan besi/kayu panggangan permanen dan di bawah bak itulah diletakkan kayu bakar untuk membantu pengasapan daging yang ada di atas tempat panggang. Khusus daging se’i, kayu bakarnya menggunakan kayu&nbsp; kusambi atau dalam bahasa Rote disebut kule. Biasanya di atas daging yang diasapi itu ditutupi daun kusambi muda yang dipetik pada pagi hari. Konon, daun kusambi muda bermanfaat sebagai penyaring panas dan membuat aroma dan warna daging tetap terjaga dikarenakan daun kusambi muda pada pagi hari memproduksi Oksigen (O2). Pada proses pengasapan, daging se’i akan menyusut dan menghilangkan kandungan lemaknya. Maka dari itu daging se’i akan memiliki tekstur yang padat. Se’i memiliki ciri khas rasa gurih dan renyah&nbsp; bila disantap selagi panas.</p>



<p>Sesuai tradisi orang Rote, daging se’i dihidangkan pada ada acara hajatan/silaturahmi keluarga dari jauh maupun sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan kenalan di luar Rote. Selain itu se’i juga merupakan salah satu menu warung/restoran kuliner di Rote Ndao.</p>



<p>Nara Hubung:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Warung Elsadai Ba’a &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Ibu Adolfina Daepani (HP: 081338613019)</li><li>Warung Gheby Ba’a &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Bapak Anis Dillak (HP: 081236585454)</li></ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tii&#8217;langga Dan Aksesoris Busana Adat Rote</title>
		<link>https://explorerote.com/tiilangga-dan-aksesoris-busana-adat-rote/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:11:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<category><![CDATA[Local]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10764</guid>

					<description><![CDATA[Tiilangga merupakan topi khas orang Rote. Kata tiilangga berasal dari ti’i dan langga. Ti’i artinya tante dan langga artinya kepala. Filosofi tiilangga sendiri bermakna bahwa kehormatan laki-laki (penguasa) terlihat dari sejauh mana perempuan diberikan tempat dalam kebijakan publik. Tiilangga memiliki satu antena yang bermakna bahwa pengusaha itu cuma ada satu orang dan untuk bisa sukses [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tiilangga merupakan topi khas orang Rote. Kata tiilangga berasal dari <em>ti’i</em> dan <em>langga</em>. Ti’i artinya tante dan langga artinya kepala. Filosofi tiilangga sendiri bermakna bahwa kehormatan laki-laki (penguasa) terlihat dari sejauh mana perempuan diberikan tempat dalam kebijakan publik.</p>



<p>Tiilangga memiliki satu antena yang bermakna bahwa pengusaha itu cuma ada satu orang dan untuk bisa sukses memimpin dia harus mempunyai tekad yang kuat atau tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Pada antena terdapat hiasan seperti bunga yang bermakna bahwa penguasa harus menjalankan pemerintahan dengan jiwa seni dan memberi kedamaian bagi rakyat. Tepian topi dengan jumlah daun yang beragam, mencerminkan jumlah kepala suku pada setia <em>nusak</em> (kerajaan) di Pulau Rote yang berperan sebagai pelindung raja. Akan tetapi Tiilangga hanya dikenakan sebagai perlengkapan pakaian kaum laki-laki. Aksesoris lain yaitu selimut yang disilangkan di bahu kanan, selimut (hafa) yang dililitkan di pinggang, dan habas yang dikalungkan di leher.</p>



<p>Sedangkan aksesoris busana perempuan yaitu bula molik (bulan sabit) dipakai di kepala, selempang, sarung, pendi (ikat pinggang wanita) terbuat dari perak/emas, dan habas yang dikalungkan di leher.</p>



<p>Nara Hubung pembuat tiilangga:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Ibu Otto (Desa Tuanatuk, HP: 082145979249)</li><li>Nona Kiak (Desa Hundihopo, HP: 0812373603396)</li></ol>



<p>Nara Hubung pengrajin aksesoris dan penenun Rote:</p>



<ol class="wp-block-list" type="1"><li>Joni Fia (pengrajin aksesoris perak, Keluraan Namodale)&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 082144611165&nbsp;</li><li>Nofriani Bunga (penenun Rote, Kelurahan Namodale) &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 085253278187</li></ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kain Tenun Ikat Rote Ndao</title>
		<link>https://explorerote.com/kain-tenun-ikat-rote-ndao/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:09:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Local]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10762</guid>

					<description><![CDATA[Kain tenun ikat Rote Ndao telah ada sejak ratusan tahun silam. Sebelum mengenal kapas, kain tenun dibuat dari bahan serat gewang. Tenunan yang dihasilkan berupa sarung yang disebut lambi tei dan selimut yang disebut lafe tei, dipakai sebagai pakaian harian maupun pakaian pesta. Pada masa lampau sebelum mengenal zat pewarna dari produk industri, orang Rote [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kain tenun ikat Rote Ndao telah ada sejak ratusan tahun silam. Sebelum mengenal kapas, kain tenun dibuat dari bahan serat gewang. Tenunan yang dihasilkan berupa sarung yang disebut <em>lambi tei</em> dan selimut yang disebut <em>lafe tei</em>, dipakai sebagai pakaian harian maupun pakaian pesta. Pada masa lampau sebelum mengenal zat pewarna dari produk industri, orang Rote menggunakan pewarna tradisional, seperti mengkudu, tarum, kunyit, dll. Dewasa ini pewarna-pewarna dari bahan tradisional sudah tidak dipakai lagi. Orang Rote lebih cenderung&nbsp; menggunakan zat pewarna Nepthol, dibandingkan pewarna-pewarna tradisional.</p>



<p>Bagi orang Rote Ndao, kedewasaan seorang wanita tidak saja ditentukan oleh usia semata. Kedewasaan tersebut diukur dari apakah sang gadis sudah dapat mengikat motif, mencelup dan menenun. Apabila hal tersebut sudah bisa dipenuhi, maka sang gadis sudah pantas mempersiapkan diri menuju kehidupan berumah tangga.</p>



<p>Kain tenun dibuat tidak saja untuk memenuhi kebutuhan akan pakaian, tetapi lebih dari itu, kain tenun memiliki peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat tradisional. Dalam kaitannya dengan adat perkawinan, kain tenun digunakan sebagai kelengkapan busana pengantin, barang antaran (isi peti), dan penutup tempat sirih pada upacara meminang gadis. Dalam kaitan dengan upacara kematian, kain tenun di samping dipakai untuk menutup jenasah, kain tenun juga dibentang di bagian bawah plafon rumah menutup tempat tidur jenazah.</p>



<p>Pada saat jenazah diangkat keluar rumah untuk dimakamkan, kain tenun yang dibentang, diambil kembali dan disimpan oleh kepala suku. Kain tenun juga sebagai penentu status sosial seseorang.Dewasa ini pemakaian kain tenun tidak lagi mengacu pada status sosial seseorang. Kain tenun khusus dipakai pada upacara-upacara adat, imbalan atas maskawin dari pengantin pria, barang antaran kaum perempuan dan sebagai benda ekonomi yang dapat memberi kontribusi dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Aplikasinya pun kini lebih luas, kain tenun banyak juga digunakan menjadi hasil olahan ikutan yang dibuat berbagai bentuk fashion seperti tas, cinderamata, aksesoris dan fashion lainnya.</p>



<p>Harga dari kain tenun ikat bervariasi yakni Rp 300.000 s/d Rp 1.000.000 untuk sarung dan selimut, sedangkan Rp 50.000 s/d Rp. 100.000 untuk selendang. Ada beberapa lokasi yang menjadi pusat tenun ikat di Rote Ndao yang direkomendasikan untuk anda yaitu; Kampung Ndao di Kelurahan Namodale, Lobalain (Ibu Novi Bunga, No Hp: 085252378187), Dusun Fopo di Kelurahan Onatali, Rote Tengah (Bp. Egis Sinlaeloe, No Hp : 082178863085) dan Desa Nemberala, Rote Barat (Ibu Heni Fia, No Hp: 085253727556).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tari Bakaula</title>
		<link>https://explorerote.com/tari-bakaula/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:08:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Entertainment]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10760</guid>

					<description><![CDATA[Tari tradisional Bakaula adalah tarian tradisional yang dipentaskan saat hendak menyambut tamu pada acara penting. Tarian ini menggambarkan tradisi masyarakat Rote Ndao yang selalu menjamu tamu dengan kotak sirih berisi sirih, pinang, kapur dan tembakau. Suatu kehormatan bagi tuan rumah jika tamu menerima dan mencicipi sirih, pinang, kapur dan tembakau yang disediakan tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tari tradisional Bakaula adalah tarian tradisional yang dipentaskan saat hendak menyambut tamu pada acara penting. Tarian ini menggambarkan tradisi masyarakat Rote Ndao yang selalu menjamu tamu dengan kotak sirih berisi sirih, pinang, kapur dan tembakau. Suatu kehormatan bagi tuan rumah jika tamu menerima dan mencicipi sirih, pinang, kapur dan tembakau yang disediakan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alat Musik Tradisional Sasandu</title>
		<link>https://explorerote.com/alat-musik-tradisional-sasandu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rote Ndao]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 01:07:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Local]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://explorerote.com/?p=10758</guid>

					<description><![CDATA[Alat musik tradisional sasandu terbuat dari daun lontar yang dilengkungkan untuk membentuk kubah sebagai penguat gema, batang tengah dari bambu serta dawai dari kawat logam. Alat musik ini dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu tradisional Rote Ndao pada acara tertentu misalnya hajatan/pesta, menyambut tamu, menghibur keluarga duka maupun mengiringi penari. Diperkirakan sasandu dipakai masyarakat Rote Ndao sejak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Alat musik tradisional sasandu terbuat dari daun lontar yang dilengkungkan untuk membentuk kubah sebagai penguat gema, batang tengah dari bambu serta dawai dari kawat logam. Alat musik ini dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu tradisional Rote Ndao pada acara tertentu misalnya hajatan/pesta, menyambut tamu, menghibur keluarga duka maupun mengiringi penari. Diperkirakan sasandu dipakai masyarakat Rote Ndao sejak abad ke-7 dan hingga kini menjadi ikon pulau Rote.</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="471" src="https://explorerote.com/storage/2020/12/Picture30-1024x471.jpg" alt="" class="wp-image-10738" srcset="https://explorerote.com/storage/2020/12/Picture30-1024x471.jpg 1024w, https://explorerote.com/storage/2020/12/Picture30-300x138.jpg 300w, https://explorerote.com/storage/2020/12/Picture30-768x353.jpg 768w, https://explorerote.com/storage/2020/12/Picture30-16x7.jpg 16w, https://explorerote.com/storage/2020/12/Picture30.jpg 1122w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<p>Seiring waktu, sasandu yang awalnya hanya menggunakan 12 dawai saja kini dimodifikasi menjadi lebih modern dan disebut sasandu biola. Sasandu biola memiliki 24 dawai bahkan ada juga yang memiliki 50 dawai sehingga nada suaranya semakin luas dan dapat mengiringi berbagai lagu tradisional dan modern serta berkolaborasi dengan alat musik lain selain bisa dimainkan secara solo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
